MEREKAMAKSI - unit modern rock baru asal Yogyakarta 24 DEGREES ini semakin membuktikan keseriusannya dalam berkarya. Setelah sukses meluncurkan single berjudul "Sesal" di akhir September 2025, kini mereka merilis mini album/extended play (EP) perdana mereka berjudul "Perjalanan". 24 DEGREES terbentuk di Agustus 2025 dengan beranggotakan Bekti Gunawan (gitar), Sunnah Pamungkas (bass), Aline Sagata (drum), dan Yopi HB (vokal).
EP Prejalanan
EP perdana 24 DEGREES ini berisi lima lagu, diklaim oleh para personel 24 DEGREES sebagai salah satu hasil perjalanan spiritual mereka. Materi lagu mulai dari tema persahabatan, percintaan, proses personal pencarian jati diri, dan fase bangkit untuk mencari sesuatu yang lebih baik lagi.
"Mini album ini menurutku jadi hasil tentang perubahan diri, pengalaman, pilihan, konsekuensi, dan pembelajaran hidup yang nyata," ujar Yopi HB.
Percintaan & Persahabatan Jadi Tema Utama EP Perjalanan
Di EP Perjalanan ini, penulisan lirik lagu nya ada sengaja menyelipkan kisah-kisah percintaan anak muda dengan bumbu manis dan getir bercampur menjadi satu. Menjadikan pengingat untuk mereka bahwa cinta sejatinya adalah alasan utama untuk terus melangkah.
"Karya-karya terbaru dari 24 Degrees ini juga merangkum proses perjalanan tiap personel. Dari kisah bahagia sampai sedih terekam lewat lima karya lagu yang ada. Ya soal percintaan, ya soal persahabatan," kata Bekti Gunawan.
"Mini album 'Perjalanan' ini menurutku justru tentang fase kembalinya kami mencari kebahagiaan setelah beberapa kali mengalami keterpurukan. Lima lagu yang ada jadi rangkuman doa dan harapan 24 Degrees," tambah Aline Sagata.
Alasan 24 DEGREES Memilih "Terhenti" Sebagai Lagu Andalan Kedua
Sejak awal kemunculannya melalui single "Sesal", 24 DEGREES sudah menunjukkan kematangan musikalitas dengan sound design yang futuristik. Selain itu juga kombinasi distorsi gitar lebar, hentakan drum yang energik, raungan bass menggelegar, serta suara vokal yang tegas memebuat musik mereka menjadi satu sajian yang layak untuk kita dengarkan bersama.
Tak berhenti di single "Sesal", 24 DEGREES pun mencoba membuktikan kualitasnya dalam bermusik lewat single andalan kedua mereka berjudul 'Terhenti'. Lagu yang digubah oleh Bekti Gunawan bersama Handi Rafif ini sengaja diletakkan pada urutan pertama mini album mereka. Track kedua ada 'Sesal', ketiga ada 'Terdiam', keempat 'Hanya Untukmu', dan terakhir ada 'Kembalikan'.
Lagu 'Terhenti' bercerita tentang kisah lama hubungan dekat antara dua manusia, baik soal persahabatan maupun percintaan. Hubungan tersebut terpaksa berhenti karena pada suatu momentum keduanya sudah berada pada titik akhir, tidak sejalan lagi karena berbeda pandangan. Kemudian mereka memutuskan untuk berpisah dan berjalan sendiri-sendiri. Hal ini tentu cukup relate dengan kehidupan kita semua.
"Kami memilih 'Terhenti' untuk menjadi single andalan kedua karena kami merasa tema lagu ini selalu akan relate dengan keseharian kita semua, terutama yang kerap dirasakan oleh anak muda," papar Aline Sagata.
"Pesan utamanya, kami menceritakan tentang pentingnya merayakan sebuah pertemuan, dengan kerabat, sahabat, teman, keluarga atau orang terkasih. Tak ada yang perlu disesali ketika semuanya harus terhenti," tambah Yopi HB.
EP Jadi Statement Kuat 24 DEGREES Dalam Berkarya
Dalam proses pembuatan karya 24 DEGREES sejak awal tidak luput dari sumbangsih salah satu produser musik berbahaya di Yogyakarta, siapa lagi kalau bukan Sasi Kirono (Smarai). Dibantu Abraham Mico (Pleasure Seekers) yang bernaung di studio benama Satrio Piningit Studio.
Sejak dibentuknya 24 DEGREES, para personil sepakat dengan misi tak hanya membuat satu karya saja, melainkan perlu mempunyai karya utuh berupa album agar sah dengan status musisi nya.
"Munculnya 24 Degrees ini tak bisa dipungkiri karena dasar persahabatan musikal kami semuanya. Setelah kami hiatus nge-band selama belasan tahun, rasanya sayang dan nanggung ketika kami cuma menuangkan energi tidak secara maksimal," kata Bekti Gunawan.
"Meski kami semua punya kesibukan pekerjaan masing-masing, itu tak menyurutkan semangat kami. Justru sejak awal terbentuknya band ini, kami sudah merancang ini harus menjadi band yang produktif secara karya," timpal Aline Sagata.
EP 'Perjalanan' ini diklaim 24 DEGREES sebagai gebrakan baru grup, dengan memilih genre modern rock. Dan rencananya pada akhir tahun ini mereka akan mengeluarkan materi lainnya dengan format album penuh. 24 DEGREES merencanakan merilis full album dengan berbagai macam konsep menarik. Salah satunya mereka akan mengajak kolaborator musisi/seniman lintas genre pada karya mereka selanjutnya. Mereka juga akan menggelar mini tur untuk promo EP "Perjalanan" di beberapa kota terpilih, area Pulau Jawa. Rock is not dead!
"Karena bagaimana pun, album adalah monumennya musisi. Kami percaya itu. Entah mini atau full, kredibilitas musisi bisa dipertanggungjawabkan dari situ. Album adalah statement keseriusan berkarya," tegas Bekti Gunawan.
Untuk bisa menikmati EP "Perjalanan" ini, kita semua sudah bisa mendengarkan nya melalui gerai-gerai musik digital seperti Apple Music, Spotify, YouTube Music, dll, sejak Jumat 16 Januari 2026. Sound yang kita dengarkan tersebut adalah sentuhan akhir (mixing-mastering) Sasi Kirono di studio kebanggaan nya "Satrio Piningit Studio". Tak hanya karya seni musik, seni rupa khususnya seni digital juga turut andil dalam EP ini, yaitu penggarapan artwork album oleh Hamid Ariwinata.
![]() |
| Artwork EP Perjalanan 24 DEGREES karya Hamid Ariwinata |
"Untuk video lirik dan video klip sudah kami siapkan sejak awal dan nantinya akan segera bisa dinikmati melalui kanal YouTube 24degrees Band," pungkas Bekti Gunawan.
Tanggapan Mereka Setelah Mendengar EP "Perjalanan" 24 DEGREES
"24 Degrees cukup efektif menumpahkan kecewa, putus asa, sekaligus menyisipkan harapan lewat lirik-liriknya. EP 'Perjalanan' berpotensi mendapat atensi positif dari penggemar rock alternatif. Kelima lagunya punya energi yang setara untuk selalu bisa di-sing along-kan di berbagai arena pertunjukan musik." – Ari Hamzah (Megatruh Soundsystem, Malu2x)
"Modern banget dan cukup fresh di telingaku. Beberapa notasi lagunya mengingatkanku era jaya-jayanya grup band seperti Yellowcard atau malah grup band metal yang nge-pop. Notasi reff-nya bisa membawa kita kepada nuansa band yang eksis tahun 2000-an awal." – Nova Abdillah (ALTER\EGO, The Kudanil, Illegal Motives Reunion)
"Tidak banyak band berdistorsi yang sebetulnya berkedok "nge-pop". Meski garang penuh distorsi, tapi lagu-lagu 24 Degrees di EP 'Perjalanan' ini sangat relate dan mudah dinikmati. Berpotensi disukai para Gen Z." – Tomo Widayat (Newdays, Everlong, Tembang Gula, Danger Stranger)
"Dunia musik pada umumnya memang selalu membentuk siklus, dan sepertinya fase emo awal 2000-an adalah salah satu yang aged like a fine wine. Menurutku, 24 Degrees mencoba mengingatkan kita pada era itu, namun dengan sentuhan yang tetap relevan dengan zaman. Good job, guys! Semoga konsisten." – Momo Biru (ZIMA, Parabiru, Captain Jack Reunion)
Penutup : MEREKAMAKSI
Terima kasih sudah berkunjung ke blog MEREKAMAKSI, sebuah blog yang mencoba mengarsipkan kegiatan kesenian dalam bentuk digital (artikel, foto, maupun video). Artikel berjudul Cerita Perjalanan Masing-Masing Personel 24 DEGREES Dirangkum Dalam EP "Perjalanan" semoga bermanfaat untuk kalian yang membaca. Jika ingin kegiatan kesenian kalian kami ulas, bisa hubungi tim Merekam Aksi ke beberapa kontak dan ikuti media sosial kami berikut ini:
e-mail: merekamakasi@gmail.com
instagram: @merekamaksi
twitter: @merekamaksi
facebook: Merekam Aksi
youtube: Merekam Aksi



Komentar
Posting Komentar