MEREKAMAKSI - Unit Pop Punk asal Wates (Kulon Progo, Yogyakarta) bernama KARNAMEREKA ini kembali merilis karya, sebuah single berjudul Nestapa Di Penghujung Senja. Bagaimana dengan proses penggarapan single ini dan apa yang menarik dari single ini? baca hingga akhir agar tidak ada satu informasi yang terlewat.
KARNAMEREKA
Band pop punk asal Wates, Kulon Progo ini terbentuk pada 2010, beranggotakan Hero Herda (vokal/gitar), Rolan Putut Wijaya (drum), dan Candra Setia Budi (bass). Band yang namanya sudah cukup dikenal di kancah musik nasional lewat single berjudul "Ayah Ibu" sudah berkarya sekana kurang lebih 15 tahun. Dalam perjalanan nya, mereka telah merilis tiga album studio dan satu album live.
Untuk kalian yang ingin mengenal mereka lebih dekat bisa ikuti akun sosial media mereka seperti berikut:
- @karnamereka_official (instagram)
- @karnamereka_official (tiktok)
- KARNAMEREKA (youtube)
Nestapa Di Penghujung Senja
KARNAMEREKA kembali merilis karya berupa single terbaru berjudul Nestapa Di Penghujung Senja. Single ini mereka rilis pada Rabu, 3 Juni 2026 melalui berbagai Digital Streaming Platform (DSP) dan juga sebuah video lirik yang diunggah di kanal YouTube resmi KARNAMEREKA.
Nestapa Di Penghujung Senja ditulis oleh Herida Bar'is Seto alias Hero Herda, mengangkat kisah seseorang yang sedang berada dalam fase berat kehidupan. Lagu ini berbicara tentang kelelahan, kesedihan, dan perjuangan menghadapi berbagai tekanan yang datang silih berganti.
"Lagu ini mengajak pendengarnya untuk menerima kesedihan, tidak berpura-pura kuat, serta tetap bersabar karena harapan dan kebahagiaan akan datang setelah masa-masa berat berlalu," ujar Hero Herda.
-Di balik nuansa sendunya, lagu ini membawa pesan yang hangat dan penuh harapan. KARNAMEREKA ingin mengingatkan kepada siapapun yang mendengar lagu ini, bahwa tidak apa-apa untuk menangis dan tidak harus selalu terlihat kuat di hadapan orang lain.
"Kesedihan adalah bagian dari perjalanan hidup yang perlu diterima. Tidak semua orang harus terus-menerus terlihat baik-baik saja. Kadang kita hanya perlu memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasakan semuanya," lanjut Hero Herda.
Pop Punk Tak Hanya Tempo Cepat
Single Nestapa Di Penghujung Senja melanjutkan warna musikal KARNAMERAKA yang mulai terasa sejak lagu-lagu seperti Titik Nadir dan Di Persimpangan. Jika dahulu mereka identik dengan energi cepat dan agresif khas pop punk dengan tempo cepat, kini mereka semakin nyaman mengeksplorasi tempo medium yang memberikan ruang lebih luas untuk bercerita dan menyampaikan emosi.
Perubahan tempo tersebut terjadi secara alami seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup para personel KARNAMEREKA. "Kami merasa cara menyampaikan emosi juga ikut berkembang. Medium beat memberi ruang agar pendengar bisa lebih masuk ke cerita dan rasa yang ada di dalam lagu tanpa menghilangkan identitas pop punk yang sudah melekat di KARNAMEREKA," ujar Candra.
KARNEMEREKA hingga 2026 ini masih membawa Pop Punk sebagai musik yang mereka pilih sejak awal. Meski demikian, mereka terus membuka diri terhadap eksplorasi musikal dalam setiap karya mereka.
"Pop punk sudah menjadi bagian dari identitas dan perjalanan kami sejak awal. Bagi kami, pop punk bukan sekadar tempo cepat atau distorsi gitar, tetapi juga tentang kejujuran, semangat, dan emosi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Warna musik kami mungkin akan terus berkembang, tetapi jiwa pop punk itu akan tetap ada," ungkap Rolan.
Penutup : MEREKAMAKSI
Terima kasih sudah berkunjung ke blog MEREKAMAKSI, sebuah blog yang mencoba mengarsipkan kegiatan kesenian dalam bentuk digital (artikel, foto, maupun video). Artikel berjudul KARNAMEREKA Ajak Pendengar Berdamai Dengan Kesedihan Lewat Single Nestapa Di Penghujung Senja semoga bermanfaat untuk kalian yang membaca. Jika ingin kegiatan kesenian kalian kami ulas, bisa hubungi tim Merekam Aksi ke beberapa kontak dan ikuti media sosial kami berikut ini:
e-mail: merekamakasi@gmail.com
instagram: @merekamaksi
twitter: @merekamaksi
facebook: Merekam Aksi
youtube: Merekam Aksi


Komentar
Posting Komentar